SUASANA BANDARA KETIKA SEMUANYA NORMAL.

Pada pukul setengah tiga pagi pekan lalu, di bagian keberangkatan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta/Banten, yang beroperasi sejak 1992 tapi sekarang kusam. Semuanya normal. Sepi. Lampu tak seterang jam sibuk. Tapi ada kehidupan. Ada perjuangan.

Normal karena tak ada penumpang tertahan. Tak ada penumpang ketinggalan pesawat. Tak ada orang seperti karakter yang dibawakan Tom Hanks dalam The Terminal-nya Steven Spielberg.

Oh! Terminal! Itu istilah resmi. Tapi kita kadung terbelah. Mendengar kata “terminal”, yang terbayang adalah terminal bus — bukan terminal di bandar udara.

Ini bukan sekadar perbedaan moda angkutan. Tapi juga perbedaan persepsi, terutama ketika penerbangan murah belum ada. Kapal terbang adalah kemewahan.

Sengaja saya gunakan kata “kapal terbang”, bukan saja untuk sok arkais (orang sekarang cukup menyebut “pesawat” untuk airplane dan aircraft, dan untuk “telepon” maupun “radio” tak perlu diawali kata “pesawat”), tetapi untuk mengingatkan sejarah transportasi. Pergi jauh, meninggalkan pulau apalagi meninggalkan negeri, dengan kapal, itu mahal — maka di beberapa tempat ada Labuhan Haji karena berhaji ke Tanah Suci dulu hanya mungkin dengan kapal.

Kapal adalah pengangkut. Pesawat, dulu, hanyalah istilah lain untuk perkakas, untuk alat, untuk mesin. Bukan untuk ruang bergerak pemindah manusia melintasi zona waktu. Manusianya boleh tidur, lantas ketika melek sudah di benua lain dan semoga tak mengalami jet lag.

Terminal. Tempat orang datang dan pergi, tiba dan bertolak. Dua kegiatan utama itu menghasilkan mata rantai ekonomi lain.

Mari kita lihat dari yang sederhana. Misalnya petugas pemeriksa mesin penjualan (vending machine, otomat). Sejak pukul dua dia harus melayani beberapa mesin. Mencatat, lalu membersihkan, dan mencatat lagi. Mumpung orang-orang belum berdatangan.

Tapi, ahhh… saya  saat itu sempat teringat lelucon lawas bahwa mesin penjualan, dan kemudian ATM, dijaga orang jongkok di dalamnya. Jangan-jangan dia.

Orang-orang? Ya, mulai ada yang datang. Dan kita tahu perusahaan taksi sering menerima pesanan sehari sebelumnya agar dini hari menjemput dan mengantar pelanggan ke bandara.

Mereka adalah pelanggan yang tak ingin kesiangan dalam gelap hari sisa malam lalu disandera oleh kemacetan. Pelanggan yang pasti ditunggu porter terkantuk-kantuk. Porter yang matanya seperti terbiasa menghadapi lampu mobil yang menyilaukan karena pengemudi tak mengganti lampu kecil saat menepi. Rezeki harus dijemput, justru ketika tak banyak pesaing. “Namanya juga nyari makan, ” kata seorang porter.

Bandara pada saat normal. Hanya sedikit orang. Pada banyak sudut saya hanya melihat pantulan diri saya pada kaca dan dinding marmer. Itu tak mungkin saya alami pada jam ramai.

Hanya sedikit orang. Termasuk calon penumpang yang lebih memilih tidur di terminal, karena hotel transit di bandara bertarif Rp 800.000 semalam.

Mereka yang tak sanggup memetik kantuk bisa menonton siaran sepakbola. Saya tak tahu apa yang mereka tonton kalau tak ada bal-balan. Lebih khusus lagi: saya tak tahu siapa yang memegang remote controller. Yang pasti bukan calon penumpang, bukan orang luar.

Bandara pada pagi buta dalam situasi normal. Semuanya baik-baik saja. Tak perlu berebut troli. Tapi saat itu, sekitar pukul tiga, saya menjumpai hal yang berbeda di otomat kesekian. Pemuda perawat mesin penjualan itu sudah dibantu seorang anak usia sekolah. Ya, usia sekolah. Sementara anak-anak sebayanya yang lebih beruntung masih dibuai mimpi dalam tidur lelap.

Saya tak menanyai mereka. Pun kali pertama melihat dari dekat si pemuda bekerja saya tak bertanya. Dia dan kemudian mereka itu sibuk. Mengejar waktu. Saya tahu diri. Juga malu: setengah pengangguran yang hanya melihat-lihat orang bekerja seolah kehidupan sudah beres.

Terang tanah masih lama. Dan orang akan terus berdatangan. Lalu Twitter mengabarkan kemacetan di jalan tol menuju bandara. Kicauan dari kelas menengah urban.

41 Responses to Soekarno-Hatta Pagi Buta

  1. Afris Mozilla Firefox Windows says:

    pernah mengalami hal kayak paman. kalo pagi buta memang lebih nyaman. kalo siang banyak pengamen, tukang copet, pedagang jam palsu, dan banyak lagi.

  2. PakOsu INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya rindu suasana pagi buta itu, karena pernah merasakannya. Kalo sekarang, ya, sebatas impian.

    Cobalah untuk menikmatinya lagi, Pak. :)
    /tyo/

  3. edot INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    selamat dan sukses y mas. ajari aku juga mas

    Sukses juga. Eh ngajari apa? saya gak jago matematika lho :D
    /tyo/

  4. otaku_dunk INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    waahhh…selamet yaach terpilih sebagai blog berbahasa Indonesia terbaik dalam kompetisi blog internasional The BOBs yang digelar Deutsche Welle di Berlin, Jerman. Kerreeennn….

    Terima kasih. :)
    /tyo/

  5. Paman mau kemana subuh-subuh di bandara? ke Jerman ya?

    Ya karena kesasar aja :D
    /tyo/

  6. adi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    setengah tiga? wah kalah pagi saya, baru pernah jam 4 pagi di bandara :D

    Kalo ngeliat komen yang ada, ada yg lebih kaya lagi pengalamannya :)
    /tyo/

  7. Aries INDONESIA Google Chrome Windows says:

    wah tulisan yang keren bang…
    Ancur Text

    Terima kasih. :)
    /tyo/

  8. yang pasti sih sekarang kamar mandinya sudah lebih baik sejak ada renovasi. Eh tapi saya terakhir terbang dua bulan lalu. Apakah kamar mandinya sudah mulai membusuk lagi?

    Yah gitu deh :)
    /tyo/

  9. Gema INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    fotonya keren keren, boleh rupanya foto2 di terminal sana

    boleh asal gak kentara dan gak ngganggu orang :)
    /tyo/

  10. nengratna INDONESIA Google Chrome Windows says:

    oom paman sudah pernah bersekolah di halaman belakang bandara belum? saya sudah, di bandung. kalau belajar sering terdengar nguing-nguing pesawat. lebih asyik lagi kalau pulang sekolah, kadang ada pesawat (walaupuntidak sebesar boeing) lewat hanya kurang lebih 7 meter di atas kepala. hebat kan oom paman? :D

    Wah ini lebih dahsyat! saya yakin banyak pembaca yang lebih kaya pengalamannya. Terima kasih.
    *membayangkan tujuh meter itu*
    /tyo/

  11. tiyok INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    beberapa tempat memang tak pernah tidur ya paman? belum pernah saya ke soekarno-hatta sepagi itu. teman saya kalau pulang ke NTT biasanya pakai kapal terbang (halah) jam 6 pagi, dan jam 12 malam dia berangkat dari bandung.
    sudah ke husein sastranegara belum paman? siang aja sepi, sehari paling cuma 3-4 penerbangan, itu pun dengan pesawat yang tidak sebesar boeing 737.

    Wah cerita dari kawasan Andir lebih mengesankan. Hidup! :)
    /tyo/

  12. didut INDONESIA Google Chrome Windows says:

    paling malem pernah transit di Bangkok jam 2 pagi dan rameeee ….memang bbrp bandara tdk pernah mati :)

    Kalo bandara internasional mestinya hidup terus — apalagi bandara Bangkok ketika diduduki demonstran :D
    /tyo/

  13. Mr.Drupal INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Nice Pics..

    Terima kasih.
    /tyo/

  14. edratna INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Hehehe…gara2 Jakarta macet, saya lebih suka datang lebih awal di bandara.
    Suatu ketika nemeni si sulung yang mau ke Bali (kerja di sana)…karena kepagian, dan tiket kalau dicepetin mesti bayar Rp.350.000,-…akhirnya si sulung pilih tiduran dulu di kursi……hahaha…untung paman Tyo tak lagi ke sana.

    Dan lobi bandara makin kumuh, karena setiap orang bisa masuk, banyak penjual parfum, tukang semir sepatu…..duhh mestinya mereka tak boleh masuk sampai lobi. Lha mosok dalam 1 jam udah ditawari penjual parfum lebih dari 5 orang….capek jawabnya

    Soal penjual itu, yah begituah. Pengalaman kita sama. :)
    /tyo/

  15. gadis AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    i feel sorry for the kid :( jadi merasa bersyukur bgt udah berkecukupan ga usah susah2 cari kerja untuk menambah pemasukan. terimakasih ya Allah

    Kita layak selalu bersykur. :)
    /tyo/

  16. irnanto INDONESIA Opera Windows says:

    maaf saya tidak mengomentari blognya. saya hanya mau nanya bagaimana cara membuat loading blog agar lebih cepat, walupun banyak gambar yang di muat?

    File size gambar jangan terlalu besar :) Jadi ya kudu melakukan downsizing. Gambar paling gede dalam post ini (orang nonton TV, vertikal, 365px × 649px), ukurannya cuma 49,94 KB.
    /tyo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.