KITA JANGAN MENYERAH HANYA GARA-GARA CALO.

Untunglah saya bukan guru pendidikan kewarganegaraan, sehingga tak perlu kerepotan menjawab pertanyaan murid. Misalnya tentang rencana dana aspirasi Rp 15 miliar per anggota DPR, yang kalau ditotal kopral akan menjadi Rp 8,4 triliun — lebih besar daripada dana talangan Bank Century yang Rp 6,7 triliun. Itu duit rakyat, dari APBN.

Atas nama “percepatan dan pemerataan pembangunan daerah pemilihan”, maka dari sisi distribusi Jawa ( 39 dapil, 306 kursi parlemen) akan mendapat Rp 4,59 triliun. Sedangkan Luar Jawa (77 dapil, 254 kursi), akan mendapatkan Rp 3,81 triliun.

Hanya angka. Baru rencana. Tapi duit selalu berpeluang bocor bahkan menguap. Silakan Anda otak-atik lebih jauh, tanpa bantuan dukun. Budiman Sujatmiko, bekas ketua Partai Rakyat Demokratik yang sekarang mewakili PDIP di DPR-RI, dikutip, “Tahun 2014, jangan-jangan harus didirikan LP khusus anggota DPR.”

Untung baru rencana. Untung baru Golkar yang jujur menyatakan niat soal dana — semoga partai lain ogah. Untung Menteri Keuangan Agus Martowardojo sudah menyatakan, jika disetujui maka anggaran itu hanya akan menimbulkan inefisiensi.

Lalu apa masalahnya? Inilah tahap yang harus kita lalui dalam menyusuri jalan berkerikil dan berduri, dan di ruas tertentu berlumpur rawa,  yang bernama proses demokratisasi. Ada saja kekonyolan dan petualangan politik yang mengatasnamakan rakyat, baik oleh penguasa maupun wakil rakyat (partai).

Di situ nurani dan akal sehat, pun cita-cita luhur, boleh dikesampingkan oleh para petualang karena politik adalah seni. Tepatnya seni untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. Apa bedanya dengan sihir dan sulap?

Kalau sihir, tak semuanya kita pahami. Tidak bisa dinalar tapi terjadi. Kalau sulap hanya tipuan, ada ilmunya, dan siapapun yang terampil bisa melakukannya lalu menularkannya kepada orang lain. Lebih lucu lagi, sebagian yang nonton tahu trik itu tapi tetap terhibur.

Nah, yang dilakukan oleh politikus itu  — atas nama seni — juga semacam sulap, tapi tak menghibur. Setidaknya kesadaran kita akan rasa terkhianati itu muncul setelah tontonan usai. Kita menyumpah tiada habis karena kita ikut menyediakan kelinci dan kartu-kartu palsu untuk atraksi sulap, bahkan mungkin dengan suka rela, penuh dedikasi.

Seni tentang kemungkinan adalah soal memanfaatkan euforia, ketidaktahuan, kebingungan, dan tarik-menarik opini dalam masyarakat. Golkar sangat terlatih untuk itu. Terlatih untuk meraih, memanfaatkan, dan bila perlu memanipulasi kekuasaan atas nama rakyat. Partai lain baru belajar, baik melalui beberapa pensiunan militer maupun eks-kader Golkar yang pindah kapal. Pada masa lalu, militer dan Golkar adalah dynamic duo.

Lantas rakyat bisa apa?  Pertama memelihara kewarasan. Kedua ya bersuara. Keduanya bisa dilakukan melalui pendidikan, tak hanya dalam ruang kelas.

Soal  memajukan daerah, itu memang menjadi perjuangan wakil rakyat di parlemen — sesuai janji waktu kampanye. Tapi perjuangan mestinya dilakukan secara terbuka dan sekaligus sesuai akal sehat dan nurani, dengan mengedepankan modal awal dan peluang pengembangan wilayah secara berkesinambungan dan tumbuh terus, bukan sekadar menjadi calo agar ada gelontoran dana siap pakai, lalu ujung-ujungnya rakyat dibuat terkesima oleh si legislator.

Jika hanya menyangkut pembagian untuk setiap anggota DPR-RI per daerah, maka siapapun kampret yang jadi wakil menjadi tidak penting. Tak perlu pemilu, cukup undian saja untuk menentukan siapa yang akan mewakili daerah untuk membawa duit dari Pusat.

Bagaimana menyerap aspirasi konstituen di daerah elektroral, itu tugas tiada henti setiap partai, legislator, dan kandidat. Biayanya? Tak perlu merampok APBN, yang sebagian adalah dari pajak rakyat.

Sememuakkan apapun politikus, partai, dan parlemen, kita tetap memerlukan mereka. Demokrasi bukanlah surga, tapi itulah satu-satunya sistem yang mengakui kemanusiaan kita dan terbuka terhadap koreksi. Jalan menuju ke sana sering konyol, tak bermutu, tapi ya harus kita hadapi.

Hanya karena putus asa maka kita akan merindukan diktator. Diktator  yang akan melindas siapapun yang berbeda suara. Bahkan jika organ pengawasan dikatator bisa menyelami mimpi kita saat tidur pun maka otak kita akan dibedah. Emang enak?

© Ilustrasi: Kompas

 

44 Responses to Dana Aspirasi Gombal

  1. Fiz AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    Kok ndak sekalian ditotal jendral saja Paman? Siapa tau dananya bisa lebih bengkak lagi.
    (kalo yang ini jelas soal selera kan?? :D)

    Kopral aja besar apalagi jenderal! :D
    /tyo/

  2. DV AUSTRALIA Google Chrome Windows says:

    Jadi, rencana gerakan koin untuk golkar-nya? :)

    Huahahahaha!
    /tyo/

  3. gareng AUSTRALIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    kok kayaknya nesu tenan to paman iki.

    eh lha kok ndilalah aku dapet keycode-nya ‘roysuryo’,
    jan, apes tenan aku.. :(

    Nesu? Ndak. Apes? Maaf. :)
    /tyo/

  4. ciwir INDONESIA Mozilla Firefox Linux says:

    kayaknya memang dalam rangka menyangi besarnya dana century
    hehehe

  5. paman tyo INDONESIA Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    Untuk semuanya: Saya belum mengecek apakah benar ada “dana operasional” Rp 100 miliar per komisi, sehingga totalnya Rp 1 triliun.

  6. Usulan #danadesa lebih berbahaya. Selain jumlah lebih banyak, usulan itu bisa membenturkan kita yang relatif well-informed dengan masyakarat desa yang less-informed soal tekuk menekuk kepentingan dan korupsinya.

  7. dudi INDONESIA Mozilla Firefox Fedora Linux says:

    saya suka saya statemen yang ini:

    maka siapapun kampret yang jadi wakil menjadi tidak penting

    :))

  8. Damar Mozilla Firefox Windows says:

    Oh iya, omong2 Golkar mikir ngga duitnya didapat dari mana nih? Atau jangan2 dihitung dari dana subsidi BBM sepeda motor yg hampir dicabut kemarin? hehe

  9. Suherifauzan INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Dua pekerjaan yang menurut ane banyak dengan kamuflasenya adalah
    1. Celebritis
    2. Politikus
    Tapi sepakat dengan postingan ini kita masih membutuhkan mereka. So jadilah masyarakat yang sadar politik. Jangan mau disetir untuk kepentingan pribadi semata.Go, Indonesia sadar politik…

  10. yang saya bingung lah koq yah DPR koq jadi terjun langsung begitu? Bukannya fungsi mereka ada dibidang pengawasan dan pembuatan UU yah?

  11. debu INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    aspirasikan aja suaranya, jangan aspirasikan dananya,apa kurang gaji mereka.

  12. karuti AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    satu orang anggota dpr ga gajihan setahun masih bisa hidup. tapi ada jutaan rakyat yang kalau ga cari duit sehari ga bisa makan. Tapi ujug2 dpr ajukan dana aspirasi?? Apaan tuh????
    Mikir dong, kalau jadi anggota dpr tuh yg di pikiran sejahterakan rakyat bukan kocekmu sendiri.
    Dan ini sekaligus golkar bukan partai yang pro rakyat, harus di libas dari muka bumi Indonesia tercinta. Sarang koruptor penyedot uang rakyat

  13. blogharmoni Mozilla Firefox Windows says:

    Akar beringin sudah terlanjur ngoyot dan menjalar ke mana-mana sih.

  14. aziz INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    besok2 ga usah ada DPR saja.,.,.

  15. mas stein INDONESIA Flock Windows says:

    tapi lama-lama orang bisa kehilangan kewarasan kalo mereka ndak berhenti bikin ulah paman, kalo orang sini bilang prek, orang solo bilang ora ngggagas, terserah DPR mau ngapain.

  16. jacobian INDONESIA Google Chrome Windows says:

    tapi dana aspirasi ini emang bagus kok.kan utk kepentingan rakyat jg.ya ntar semoga banyak jembatan yg dibangun ataupun hal2 lain yg dirasa perlu oleh penduduk disana.

  17. ekoprayit INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    dengan segala ke-kampret-an itu, kok ya pemilu kemaren masih banyak yang milih partai itu juga ya?

  18. mpokb INDONESIA Google Chrome Windows says:

    politik dan partainya memang perlu, tapi kualitas mereka yang duduk di sana dengan beli kursi itu yang harus dipertanyakan. saya nggak mau wakil saya hanya mikirin cara cengeng dan cemen agar dapat uang untuk nutupin utangan dan balas jasa.

  19. kardjo AUSTRALIA Google Chrome Windows says:

    ada nggak ‘DITOTAL SERSAN’?

  20. hedi INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Kampretlah, maaf Paman, itu para anggota DPR. Mereka legislatif kok ikutan mau campur tangan di operasional, alasan tak bermutu!

    Yeahhhh :))
    /tyo/

  21. irdix CANADA Blackberry says:

    Saya mau dong 2,5% nya, itung2 jadi fakir miskin gpp deh.

    *masih nunggu dagelan macam apalagi yang akan diludrukkan DPR*

    Dagelan terbaru: Golkar usul jatah dana Rp 1 M per desa. :)
    /tyo/

  22. molly UNITED KINGDOM Blackberry says:

    Again… UUD (ujung-ujungnya duit), duh gimana ini ya Paman?

    Semua orang butuh duit kan? ;)
    Dengan duit we can do it. :D
    /tyo/

  23. galeshka INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    saya koq cenderung pilih mendata politikus-politikus busuk dulu dan mempublikasikannya, paman. juga mulai menyaring dan mendorong orang-orang yang lebih pantas untuk duduk jadi wakil rakyat sesungguhnya.

    Ya, itu bagian dari edukasi politik. Saya setuju. :)
    /tyo/

  24. jun INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Kampret jadi wakil rakyat? Huahahahaha !

    :))
    /tyo/

  25. munir_jb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    namun kadang melihat bagaimana dana itu sering tidak sampai pada keharusannya… aduh, ndak bisa bilang apa-apa lagi… kita memang harus optimis, namun kadang keoptimisan itu memang benar-benar harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan kewarasan…

    *kebanyakan namun, bukan tipe orang yang mudah melupakan, :|

    Jangan menyerah. Rencama itu jangan sampai terealisasi. :)
    /tyo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.