Timbang Rasa: Kita dan Penyedot Tinja
TENTANG PEKERJAAN, PROFESI. BERSYUKURLAH JIKA ANDA BEBAS MEMILIH.

Belum dua menit meninggalkan rumah saya lihat lagi anak itu. Dengan pekerjaan yang sama, seperti bulan-bulan dan tahun-tahun sebelumnya. Boncengan sepeda ditumpangi ember lem. Bukan ember, tapi bekas wadah cat galonan. Kuas bertangkai panjang dia pakai untuk menempelkan kertas iklan sedot WC di ketinggian. Saya memotretnya sambil menyetir. Klik! Oh bukan, bunyinya “nit”. Dia hentikan pekerjaaanya. Tajam menatap saya, “Napa, Pak?”

Saya tak menjawab. Senyum tidak.Menghardik pun tidak. Nit lagi. Kamera saku kacangan bekerja. “Napa, Pak?” Nit. Dia berpindah ke tiang satunya lagi. “Napa, Pak?” nadanya mulai kesal. Nit. Mobil dari depan dan belakang membuat saya meneruskan perjalanan. Nit lagi ke arah belakang. Udara gerah siang itu mengantarkan gelombang amarahnya ke tombol rana.

Saya teruskan perjalanan. Dengan merenung, tepatnya melamun. Hmm… sedot WC. Jasa yang dibutuhkan banyak rumah tangga ketika bubuk bakteri yang dibeli di apotek tak sanggup bekerja lagi. Warga perumahan sering kesal karena cara berpromosi mereka. Bahkan posting saya tentang kebebalan pemasang stiker sedot WC pun ditumpangi komentar berisi iklan sedot tinja.
Tak semua orang bisa memilih pekerjaan lalu membanggakannya. Bayangkan bila dalam jamuan ada orang sok ramah yang membagikan kartu bisnisnya, sebagai penyedot tinja, dalam bahasa Indonesia, tanpa istilah “ilmiah” nan “santun” — misalnya “layanan saniter rumah tangga”. Bayangkan jika seorang murid sekolah harus menulis terang-terangan profesi ayahnya sebagai penyedot tinja. Teman-teman akan melecehkannya.

Tak semua orang bangga. Baik juragannya maupun terlebih orang suruhannya. Hanya siapa itu, orang Singapura, yang bangga atas kepeduliannya terhadap peturasan, sampai menorehkan jari pada bagian dalam kloset, sehingga reputasinya diakui secara mondial.
Anak ini, si penempel kertas sedot WC di tiang telepon tiang listrik, dan sesekali tembok, juga tak bangga. Apalagi harus sering diumpat, bahkan oleh pengguna jasa juragannya.
Kemajuan masyarakat memperkenalkan kita kepada pembagian dan pembidangan kerja. Ekonomi tak mungkin terus-menerus subsisten, dari diri untuk sendiri. Bersyukurlah Anda jika bisa memilih pekerjaan dan membanggakannya.
Tapi yah… begitulah. Ada saja pekerjaan yang pelakunya mengundang umpatan. Mungkin karena cara. Atau lainnya, yang lebih dari sekadar cara. Serupa kesaksian teman saya, seorang jurnalis, yang risih melihat awak infotainment mengejar dan memaksa sumber berita, sambil berseru, “Jawab dong! Kita nyari makan nih!”
Apakah Anda nyaman, bahkan bahagia dan bangga dengan pekerjaan Anda sekarang?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Iklan Sok Jelek
November 11, 2007 by AntyoSI BURUK RUPA BISA BERUNTUNG.
Iklan lowongan di halaman Klasika Kompas Sabtu kemarin itu unik. Setidaknya di mata saya. Memang diolah nggrafis banget, tapi gaya personal coretan cakar ayam, bukan dari sebuah font tulisan tangan, menjadikannya berbeda.
Maka secara tanpa semena-mena (artinya ya sewenang-wenang), karena tak menanya si pemasang iklan, izinkanlah saya membuat tafsir [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Kenyamanan menjadi barang yang langka, kerja nyaman, hidup nyaman, sepertinya harus dibayar mahal, sampai menyewa tukang pukul. Menjadi apa saja, tukang kuras wc, artis, pemain bola atau apapun menjadi tidak nyaman ketika harus ada embel cari makan. Coba kita menjadi apa saja dilandasi dengan hiburan, karena hidup itu hiburan
“Napa, Pak?” hehehe…
Hidup di Indonesia raya tercinta ini bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya adalah suatu anugerah tersendiri, apalagi kalau bisa memilih. Sebab sebagian besar orang HARUS bekerja karena tuntutan perut…benar begitu tho paman?
saya bersyukur atas profesi saya sekarang tapi bukan berarti saya mau diam saja lho Paman :P
Saya suka kartunama dan nama chairman yg tertulis disitu : Ir. Antemono Tempilingen (pukulin gamparin) wkwkwkwkwk…
tapi kita tetep bisa bersyukur kan karena mereka tetep punya pekerjaan? :)
saya? bahagia dan bangga? iya.
puas? belum lah pastinya.
Di sini,pekerjaan kayak gitu malah bisa bergaji besar, Paman. Salah satu removal smith yang kusewa bebrapa waktu lalu saat pindahan menceritakan betapa pekerjaan yg paling menguntungkan adalah kuli angkut malam hari hingga pagi. Konon semalaman bisa dapet 800 dollar!
Dan oh yes, saya nyaman dan bangga dengan pekerjaan saya sekarang ini :)
Saya bersukur untuk tidak harus menjadi wartawan infotainment, yang derajatnya lebih rendah dibanding tai itu sendiri.
suka dengan kerja saya, tentu. Jika membaca blog Paman juga pekerjaan, maka ia pun menyenangkan.
kalo gini saya jadi bersyukur…
karena saya gak bekerja buat cari makan… tapi cari ilmu.
kok ya kebetulan bisa dibuat makan.
Saya bersyukur dengan profesi sekarang, meski belum puas akan pencapaian :)
Penyedot tinja sih berguna buat rumah tangga, Paman. Dibanding “penyedot lumpur” yang nenggelemin desa-desa di Sidoarjo itu ;)
saya akan selalu bangga dengan pekerjaan yang ditekuni,sing penting halal..
karena dengan kebanggan itu akan memacu kinerja pada apapun bidang pekerjaan yang digeluti..terserah apa kata orang..ini pekerjaan saya..!
Saya mencintai pekerjaan saya, tapi saya tidak mencintai tempat saya bekerja. Pernah teman saya memasang status YM nya begini “I work for money, you want loyalty get a dog” … mbuh raruh aku artine
Namanya jack sim, pakdhe (http://bit.ly/c7Hsny). Beberapa minggu yg lalu sempet diputer di bbc. Tentang orang ini memang hebat, di singapore dia mendirikan sekolah tentang toilet dari uang kantong pribadinya sendiri. Sukses? untuk awal ya ndak. Bahkan istrinya sendiripun mencemoohnya. Tapi sekarang? sekolahnya sudah dikenal di dunia :D namanya School Sanitation and Disaster Sanitation.
Ada juga jenis profesi yang justru dicari-cari untuk dihujat, arsitek misalnya, kalau garapannya gak rampung-rampung.
*curcol*
tulisan ini sungguh mencerahkan. kocak, ngenes tapi sekaligus mengajak orang bersyukur.
eh. bersyukur karena melihat orang lain lebih rendah. aneh ya?
Saya bangga dengan profesi saya. Saya juga yakin semua orang bangga bila melalui profesinya dapat berakibat baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak..
Waktu kecil saya seneng kalau ada tetangga yang nyedot sapiteng. Trus nonton mobil tangki berbentuk unik dan selangnya yang kelesotan.. tapi bau :p
Ah hidup itu menyenangkan jika kita mengetahuinya :)
Dirumah saya para tetangga bilang tukang tai (cKakakak…) sangat tidak sopan toh !!! Dibalik semua itu pekerjaan mereka termasuk mulia telah menjaga lingkungan sekitar kita,, tp banyak jg oknum yg buang sembarangan tuh,, bukannya ke pengolahan yg ditentukan,, malah ke kali,, beubeubeu…
sekali2 nyoba kykx mantep juga aplgi buat tantangan kyk fear factor..hehehehe meinding krna baunya pasti…
hahaha.. kartu namanya keren banget, bang paman :D btw, dia tanya begitu karena ketakutan, karena sebetulnya tahu bahwa yang dia lakukan kurang menyenangkan bagi orang lain?
soal pekerjaan sekarang, saya sudah nyaman, bahagia dan bangga, bang paman. semoga pula rejeki yang saya terima halal, barokah, jadi daging, karena diperoleh tanpa merugikan pihak lain.. amin!
Saya pingin nyobain profesinya gayus,
tapi jangan sampe ketangkap, apa lagi kebongkar.
Saya bangga sih, tapi kok kurang enjoy dengan pekerjaan saya. Pinginnya sih nganggur, tapi tetep dapet duit. Lho?!
nyaman bahagia bangga, tapi kok wis jenuh ya.. pengen ganti profesi