Tarzan Talok di Pinggir Kali
MESTINYA BUAH POHON PENEDUH ITU YANG DIDOYANI MANUSIA.
Beberapa hari belakangan, setiap berangkat meninggalkan rumah, saya melihat ada saja anak yang memanjat, atau bergelantungan seperti Tarzan, di pohon talok atau kersen di pinggir kali dekat rumah. Tak ada yang tercebur maupun menceburkan diri ke kanal yang disebut kali karena airnya dangkal itu. Mungkin karena sekarang masih libur sekolah. Yang pasti saya tak memotretnya karena tak ada waktu untuk memutar dan menunggui.
Saya kurang ingat kapan kersen itu ditanam untuk penghijauan. Tapi tujuh belas tahun silam, ketika saya mulai tinggal di sana, tak banyak pohon. Tanggul pun tak bertaman.
Sekarang bantaran kali lebih tertata. Maka saya berpikir penghijauan yang baik mestinya bukan hanya dengan pepohonan yang buahnya disukai burung dan bunganya disukai serangga, tetapi juga yang buahnya disukai anak-anak. Misalnya ya kersen itu.
Saya berpengandaian, kalau anak-anak doyan maka warga akan lebih bersedia merawatnya. Hanya pengandaian. Benar tidaknya saya tidak tahu.
Jika menyangkut manfaat, saya ingat pelataran parkir di bekas kantor saya. Mulanya pelataran itu hanya berisi hamparan konblok. Lalu ada penanaman, antara lain kersen. Hasilnya adalah kicauan burung, misalnya kedasih. Tapi sejauh saya tahu tak ada karyawan yang jadi Tarzan, padahal peraturan perusahaan tak melarangnya. Entahlah kalau ada yang berperan sebagai Jane kemudian bermesraan ala rimba. Peraturan kumpeni melarangnya.
Meskipun begitu ada juga yang memanfaatkan penghijauan tanpa menjadi Tarzan. Saya yakin tak semua karyawan yang rutin memarkir mobil (saat itu) tahu bahwa di sela-sela pepohonan ada tanaman cabai. Selalu berbuah. Pemetiknya ya satpamwan. Untuk melengkapi tahu goreng pagi dan sore hari. Mungkin cabai kebun sendiri itu hanya digigit separo.
Saya tahu itu karena termasuk orang yang datang pagi, sebelum petugas kebersihan datang, sehingga punya waktu untuk mengelilingi area gedung, bahkan “bercakap-cakap” (secara kebatinan, hanya dibatin) dengan ikan di kolam — jangan-jangan ada yang mengira saya depresi berat.
Soal depresi itu tak penting. Kembali ke topik: tanaman yang bermanfaat. Dulu tahun 80-an ada kompleks perumahan di Yogya yang membagikan bibit mangga kepada pembeli rumah. Entah mangga apa. Kata teman saya yang bermukim di sana, setiap musim mangga warga pun panen.
Di Jakarta juga ada permukiman eksklusif yang memiliki taman mirip kebun. Pohon-pohon lama eks-kampung, sebelum tergusur, tetap dirawat. Misalnya pohon cempedak dan rambutan. Pemanennya ya satpamwan.
Pohon buah “untuk umum”. Itulah yang menarik. Saya ingat, waktu kecil, di Salatiga, sering mendapatkan hasil panjatan teman dari lahan nganggur, misalnya buni dan duwet. Saya juga ingat, waktu SD sempat memunguti buah kenari dan asam yang jatuh dari peneduh. Ketika masih SMP, saya sering melihat anak-anak kecil nangkring di atas pohon sawo kecil yang menjadi peneduh jalan dekat Balai Kota.
Saya tak tahu apakah pohon dengan buah yang disukai manusia menjadi pertimbangan dalam penghijauan jalan. Maksud saya pohon yang batangnya kuat. Menurut Anda?
© Ilustrasi: Wikipedia Indonesia
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Satu Hati: Membantu Sesuai Kebisaan
April 11, 2011 by AntyoKebisaan atau kebiasaan? Yang pertama lebih diutamakan. Kebisaan untuk membantu pendidikan melalui Satu Hati. Bentuknya bisa menyumbang uang, menjadi relawan, atau unjuk bakat dengan lipsync lagu Sherina (bukan lagu Shakrukh Khan) di YouTube, tapi boleh juga bergaya briptu.
SatuHati mulai digelar pada 2007, menghasilkan Rp 144 juta [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





denger denger tanaman ini sekarang bisa dibikin manisan bergizi dan serat
Di daerah kelahiranku Kersen dikenal dengan nama Keres. Jadi ingat waktu masih SD haaaa…Aku banget..Asik lho..meski suka nonton tarzan nggak ngerasa kayak Tarzan kok..Kan nggak di hutan heee…Sip..sipp..Tp sekarang nggak da yang doyan keres kok! Paling tidak kersen lebih baih dari palem yang kalau hujan jatuhnya air kaya Talang!
kalo setahu saya untuk penghijauan yang dipiih memang pohon dengan usia yang panjang, batang kuat, daun rimbun, daya tahan tinggi terutama dari polusi dan sekarang ditambah akar yang tidak merusak trotoar. jadi kao soal buahnya bisa dibuat ransum piknik pinggir jalan, rasanya prioritas terakhir. gak kebayang ada anak-anak manjat pohon pinggir jalan Darmo di Surabaya…
—-
Iya ya, enak ndak buahnya itu prioritas terakhir karena niatnya bukan bikin kebun buah :D
/tyo/
kalo tujuan utamanya untuk penghijauan ngak harus pohon yang buahnya bisa dimakan donk!! hehe
—
Betul! :D
/tyo/