Sebetulnya saya akan membuat daftar nama pengunjung setia blog ini, berikut tautan ke blog masing-masing, lalu menyebut mereka sebagai pengacau yang sedikit jenaka tapi selebihnya meresahkan. Tepatnya meresahkan saya, dengan mengatasnamakan khalayak ramai maupun sepi. Jika tidak ada bantahan berarti benar. Tapi jika masing-masing yang tersebut merasa daftar itu salah, ya silakan mengirim koreksi. Gampang kan?

Sayang sekali akal sehat dan nurani saya mencegah. Malah ada teriakan dari kibor komputer saya, “Memangnya sampeyan itu mantri? Mantri cacar aja nggak gitu!”

Spiker pun ikut-ikutan, kanan-kiri secara bersahutan, namanya juga stereo: “Jangan mau menangnya sendiri. Kamu itu siapa? Pejabat? Petinggi partai? Raja penjaga akhlak?”

Pembatasan itu perlu

Oh, tenang, tenang. Mari berpikir dengan dingin. Saya paham bahwa pengguna internet harus diajak dewasa dalam kegiatan online.

Dalam kegiatan online itu ada proses yang namanya melihat-mendengar, mengunduh langsung, menyimpan, menyebarkan ke kalangan terbatas, dan menyebarkan ke kalangan luas tanpa pandang batasan. Sebetulnya dengan melihat dan atau mendengar sebuah konten juga berlangsung pengunduhan, tapi itu kemauan si mesin.

Maka baiklah saya berterus terang saja, langsung ke pokok tujuan. Apakah konten dewasa harus dilarang dan diblokir agar tak dapat diakses oleh siapa pun dan kapan pun?

Jawaban saya: harus dibatasi.

Dalam hal apa boleh (bukan dianjurkan) dan dalam hal apa tidak boleh?

Prinsip umum: boleh diakses oleh siapa pun yang sudah dewasa. Wah ngawur, bukankah Ajaran Mulia manapun tak membenarkan itu?

Ya, tapi yang namanya beriman secara dewasa kan tidak berarti harus mengasingkan orang ke dunia steril? Itu sebabnya biarpun ditawari jenewer gratis, dan rokok gratis, ditambah lotere gratis tapi berhadiah, orang yang yakin dengan keyakinan dan jalan hidupnya akan menolak. Lagi pula, sudah menjadi tugas bahkan kewajiban lembaga pembimbing akhlak untuk melarang pengikutnya menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Ajaran. Serupa seruan dan perintah “Jangan korupsi! Bahkan misalnya uangnya disumbangkan ke sana-sini termasuk ke lembaga ini!”, begitulah.:D

Tentu pengecualian berlaku untuk narkotika. Biarpun sudah dewasa tak berarti setiap orang boleh mengonsumsinya karena efeknya sangat destruktif, tak hanya individual tapi juga sosial. Maka sebagai contoh, morfin hanya boleh digunakan atas rekomendasi dokter, dengan pemakaian yang terawasi.

Kontrol terhadap akses

Lalu setelah prinsip umum? Ya prinsip khusus. Tak ada kebebasan mutlak. Kebebasan bersama hanya terjaga jika kebebasan seseorang tak mengganggu apalagi menghalangi kebebasan orang lain.

Maka menyangkut konten dewasa di internet, lapis pembatasan setelah tahap individual adalah lembaga (keluarga juga lembaga) dan lingkungan, berdasarkan kepantasan dan akal sehat.

Kantor, misalnya, sangat berhak dan berwenang membatasi akses situs dewasa oleh karyawan agar sumber daya (koneksi dan bandwidth, plus setrum) dipakai secara efisien, efektif, dan produktif. Pengecualian berlaku untuk kantor pengelola situs dewasa. :D

Lembaga pendidikan? Mutlak. Kudu. Selain alasan sumber daya yang dibiayai oleh lembaga juga menyangkut norma dan nilai-nilai.

Untuk kedua jenis lembaga itu, usia dewasa bukan pembenar minta diberi keleluasaan akses. Kalau pengin ya silakan pakai akses pribadi — dan jangan di tempat kerja atau studi.

Untuk hotel terserah kebijakan pengelola. Untuk akses publik yang gratis, prinsipnya seperti pada lembaga pendidikan.

Lho akses kan menyangkut penyedia jasa internet? Betul. Tapi jika menyangkut pengunduhan dan penyimpanan, itu bukan tanggung jawab mereka. Kalaupun ada penyedia jasa internet yang ingin meniru hotel tertentu yang hanya membolehkan pasangan suami-istri menginap, itu hak mereka; karena kemauan sendiri, bukan karena dipaksa pemerintah. Kita harus menghormati kebijakan macam itu, tapi kalau tak suka juga boleh pindah penyedia jasa dan hotel.

Bagaimana dengan warnet? Biarkan asosiasi yang mengaturnya melalui, misalkan saja, sertifikasi. Warnet yang secara tegas membatasi akses terhadap konten dewasa boleh memasang stiker. Ada pula disklaimer yang menetapkan penjaga warnet boleh menyetop akses seorang pengguna dari jarak jauh (lima meter, sih) atau dengan menegur dan bila perlu tangan petugas langsung mematikan komputer. Semuanya harus jelas di awal.

Di sisi lain kalau ada warnet yang menghargai kebebasan dan menghormati kedewasaan, sehingga sampai membuat bilik privat segala, ya biar saja, tapi mereka harus menyatakan diri — misalkan melalui tanda tertentu di pintu. Bahwa orang yang keluar dari bilik akan malu, serasa keluar dari rumah bordil, ya itu risiko.

Meskipun begitu tak berarti bebas mutlak. Cara warnet model pertama harus diterapkan untuk pengguna di bawah umur di warnet model kedua. Ini serupa negeri lain yang menghormati kematangan warganya sehingga pengelola kolam renang tertentu, serta pengelola bar dan diskotek, boleh menolak bahkan mengusir pengunjung bawah umur. Ini seperti kasus di Amrik pada 2001: Jenna, putri Presiden Bush (saat itu) ditangkap polisi karena usianya masih 19 (di bawah 21) tetapi terbukti minum alkohol di klub Cheers, Austin, Texas.

Kontrol oleh lingkungan dan eduakasi

Tapi, tapi, tapi, tapi… masyarakat kita kan belum dewasa? Buktinya bokep DVD dijajakan di tepi jalan, pembeli tak diseleksi, padahal di negeri paling permisif pun tidak ada cara ngawur macam itu?

Ya. Betul sekali. Tapi masyarakat bisa diajak dewasa kalau mereka dilibatkan. Misalnya dengan memberi bekal pengingat bahwa untuk anak di bawah umur, orangtua di mana pun berhak bahkan dalam beberapa kasus wajib mengontrol anak-anaknya. Termasuk mengontrol ponselnya, tak hanya mengontrol pemakaian pulsa dan membelikan handset.

Tanpa melibatan kontrol lingkungan maka yang berlangsung adalah kucing-kucingan dalam pemanfaatan teknologi.

Nah, tak ada bebas yang bablas kan? Kita lihat negeri lain yang menghargai kematangan warganya: setiap konten child porn harus dilaporkankepada pihak berwenang. Siapa pun yang terlibat dalam penyediaan dan penyebaran akan diusut (pakai Interpol segala) lalu dihukum, karena itu menyangkut ancaman terhadap peradaban, sehingga tak dianggap sebagai pelanggaran privasi. Situs-situs dewasa pun terikat peraturan itu.

Tugas negara adalah menjamin kebebasan informasi, dan menjamin bahwa kebebasan suatu pihak tak merugikan pihak lain. Hukum, apapun bentuknya, dibangun dengan prinsip itu. Bukan membuat hukum dengan prinsip father knows best.

Internet literacy itu tak gampang, butuh waktu lama, tapi jangan tergoda untuk asal ad-hock; karena biasanya, dalam kasus lain, yang niatnya “sementara” akan dilanggengkan demi kewibawaan pembuat, bukan karena alasan fungsional.

Edukasi butuh waktu. Tapi hasilnya bagus: mendewasakan khalayak. Ada cara lain yang (mungkin) cepat sih dalam mengubah kesadaran. Misalnya cuci otak dan represi — tapi itu mengkhianati kemanusiaan kita.

© Hak cipta gambar tak diketahui

30 Responses to Pemblokiran Situs: Kenapa?

  1. DV AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tergelitik dengan kalimat akhirmu… menurutku aturan yang terbaik untuk manusia adalah yang buatan manusia :)

    Bukan buatan Tuhan yang direkayasa dan dibuat seolah-olah buatan manusia :)

    Kasian Tuhannya…

    Paling gampang kan mengatasnamakan Tuhan menurut tafsir sendiri? :D
    /tyo/

  2. Ricky INDONESIA Opera Windows says:

    kayaknya penyedia layanan internet bakal berkurang keuntungannya kalo situs2 x diblock. itu kan jelas merugikan pihak lain, dalam hal ini penyedia layanan internet, penyedia situs x, dan pelanggan situs x tersebut.

    padahal software2 parental control lebih simple dan fleksibel. dan relatif mudah (asal orang tua mau belajar settingnya)

    Edukasi untuk semua pihak. Itu lebih utama :)
    /tyo/

  3. hedi AUSTRALIA Google Chrome Windows says:

    blokir2 kayak ga ada kerjaan lain aja

    Kayak? Emang nggak ada kerjaan :D
    /tyo/

  4. zam INDONESIA Google Chrome Linux says:

    artikel ini diblokir karena gambar bibir..

    :p

    ada sopwernya ya zam? :D
    /tyo/

  5. andril21 INDONESIA Safari Mac OS says:

    saya suka bagian “…beriman secara dewasa…”
    karena terdengar sangat dewasa sekali…

    Lha iya. Mosok setiap orang kayak anak kecil terus :)
    /tyo/

  6. andril21 INDONESIA Safari Mac OS says:

    saya paling suka bagian “…beriman secara dewasa…”

    terdengar sangat dewasa sekali.

    Lha iya, masa setiap orang kayak anak-anak terus :)
    /tyo/

  7. IslamSunnah INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Harus dipahami oleh individunya sendiri dan juga kesadaran bahwa itu adalah hal yang salah.

    kunjungi juga :
    http://islam-sunnah.org/

    Betul. :)
    /tyo/

  8. edratna INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Waduhh key code nya Roy Suryo…

    Entah kenapa kayaknya selalu dicari jalan paling gampang..dibatasi…dilarang…haram.

    Waduhh..kalau niat sih bisa aja diakalin.

    Bijak sekali Ibu. Terima kasih. :)
    /tyo/

  9. Brotoadmojo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    untuk pemblokiran saya pikir adalah hak, seperti halnya tulisan didepan sekolahan: harap tenang, ada ujian! buat yang paham tanpa ditulis pun merka akan tenang, tapi yang ndableg ya mereka tetep sak enak udele dewe..
    begitu juga konteks pemblokiran situs, kalau bener-bener niat ibadah, seperti kutipan Paman, dikasih gratisan pun nggak bakalan mau… tapi yang imannya nanggung, di blokir pun nggak masalah, wong video hasil download yang kemarin masih, foto2 juga sudah di save, artikel hot sudah di copy, mau apa hayo…?! :D
    tapi saya percaya, maksud pemblokiran situs itu baik, semoga bisa meningkatkatkan keimanan dan bobot ibadah.
    maap Paman, kalau tulisan saya ngawur… nuwun

    Suwun. Komen Anda nggak ngawur, justru menjadi pengimbang posting saya.
    Memang saya akui, internet ini rumit karena masalahnya bukan hanya akses terjadap konten melainkan juga penyimpanan dan penyebaran konten di luar jalur ke sumber asli. Tapi masa sih kita nyerah gara-gara itu? :)
    /tyo/

  10. ArdianZzZ INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Mungkin idenya Roy Suryo bagus. Kalau Anggota dewan menggunakan iPad bisa fokus pada kerjaan karena tidak bisa ngetik nyambi ngenet, apalagi mengakses situs dewasa berbasis flash — haha…
    —-
    Hahaha!
    1. Kondisi iPad saat ini
    2. Para pesaing, yang bikin tablet, belum memasok alat ke Senayan

    /tyo/

  11. sawung INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    playboy gak diblok yg diblok detik:D. siap2 situs yg kritis terhadap pem di blokir :D. btw dengan pembatasan umur itu keliatan banget kelemahan pemerintah menegakkan hukum. dijalan banyak liat anak bawah umur mengemudi

    Salah satu akar masalah memang penegakan hukum. Di dalamnya ada sejumlah kerumitan sosial yang antara lain dibentuk oleh pemerintah juga. Karena kita gak beres di situ maka kita cenderung trespassing, lantas kalau buntu tinggalkan kerahkan laskar. :)
    /tyo/

  12. adi MALAYSIA Safari Mac OS says:

    yg saya heran situs-situs berisi fundamentalisme & penghasutan msh aman berkeliaran. gak ada concern sama sekali utk memblokir :(

    Kenapa harus diblokir? Ajaklah masyaarakat untuk lebih melek informasi sehingga bisa memilah mana yang dapat diandalkan dan mana yang cuma sampah penyesat. :)
    /tyo/

  13. Daus INDONESIA Safari Mac OS says:

    Mmm, jika destruktif atau tidaknya dijadikan ukuran, pornografi “bisa” destruktif, bisa juga tidak. Di sini banyak faktor yang berperan.

    Saya kira pemblokiran sah-sah saja, asal metodenya benar (entah yang bagaimana yang benar), tidak seperti kemarin itu :)

    Daus yang baik,
    Memang banyak faktor untuk sampai ke tahap desktruktif. :)
    Secara umum, pemblokiran dan pengawasan terhadap konten intrernet adalah hal wajar karena pemerintah manapun memang punya hak konstitusional untuk itu demi melindungi warga. Persoalannya dalam hal apa dan untuk apa? Kalau blokir dan pengawasan terhadap situs yang mengajarkan cara merakit bom, yang dapat dipraktikkan oleh anak SD, maka saya sangat setuju. Perakitan bom itu sangat berbahaya, bahkan sejak prosesnya. Bisa-bisa si anak meledak duluan
    /tyo/

  14. kalau menurut saya, hak beragama seseorang jangan sampai menghalangi atau menghambat hak ekonomi orang lain. Dalam konteks ini maka fungsi aturan/hukum menjadi sesuatu yang niscaya utk “mendamaikan” “perselisihan hak” di antara warga.
    Artikel menarik mas…

    Terima kasih atas masukan Anda. :)
    /tyo/

  15. renon INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    BLOKIR INTERNET INDONESIA!!
    dari member aktif sawomatang.com

  16. debu INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    bukan situsnya yang diblokir, harusnya isi kepala yang diblokir, bukankah hal nyata banyak yang lebih porno kenapa ga diblokir

    Bagiamana memblokir isi kepala? :)
    /tyo/

  17. boyin CANADA Mozilla Firefox Windows says:

    yah kalo masyarakatnya paman, bapaknya paman mah gak masalah cuman 99,999% khan gak kayak paman..heee

    Waduh. Baiklah. Terima jadi. :)
    /tyo/

  18. mas stein INDONESIA Flock Windows says:

    mungkin yang terbayang seperti ini paman, Paklik Paijo dan tetangga-tetangganya di Gunung Kidul sana blas ndak ngerti internet, anak-anaknya macem si Panjul, Dul Gondhes, dan kawan-kawannya yang masih umur SMP lah yang sudah doyan facebook, nyoba-nyoba twitter, plus sekali-kali ngintip xxx.com

    dalam kondisi seperti itu mungkin rada mumet juga membayangkan gimana cara ngajari dan ngawasi si Panjul. ngandalin penjaga warnet kok kayaknya susah juga, setau saya di kampung-kampung penjaga warnetnya juga remaja usia tanggung, karena umur inilah yang mau dibayar murah tanpa nuntut macem-macem.

    atau mungkin inilah resiko hidup di negara yang masih serba tanggung? :D

    Memang Mas, masyarakat kita itu beragam banget. Di dalamnya juga ada kesenjangan, tak hanya ekonomi tetapi juga sosial. Justru itu perlunya eduasi, untuk mempersempit kesenjangan. :)
    /tyo/

  19. didut INDONESIA Google Chrome Windows says:

    pemerintah kita khan paling seneng yg singkat-singkat dan mnrt mrk efektif :P

    mungkin dikarenakan mantra “dalam tempo sesingkat-singkatnya” itu :D
    /tyo/

  20. mawi wijna INDONESIA Opera Windows says:

    kenapa diblokir? karena itu dianggap sebagai solusi yang paling instan.

    selama masyarakat kita (pejabat juga tentunya) masih mengagungkan solusi instan dan bukan proses pembelajaran, yang seperti ini akan terus terjadi…

    Yang namanya proses pembelajaran itu butuh waktu, tapi yang namanya penggebukan atas nama pendidikan itu gampang. :D
    /tyo/

  21. mpokb INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Kenapa? Karena saya bodoh dan akan selalu bodoh di mata mereka, maka lebih mudah memblokir situs dewasa daripada membikin saya pintar berinternet, gitu, Bang Paman..?

    Satu lagi sentimen aneh : menentang pemblokiran kok disamakan dengan pro-pornografi ya?

    Cara paling gampang dalam menangani masalah publik adalah:
    1. Menyederhanakan masalah tapi tak sampai ke subtansi
    2. Melontarkan kepada publik sekalian memetakan “siapa kawan” dan “siapa lawan”
    3. Mengurung suara yang tak sependapat sebagai hal yang kontrer terhadap isu yang diangkut oleh kebijakan, dan dalam kasus ini adalah “siapa menentang berarti hamba percabulan”

    /tyo/

  22. Paidjo INDONESIA Google Chrome Windows says:

    Top markotop, Pakdhe..

  23. warm Mozilla Firefox Windows says:

    lalu.solusinya ?
    kadang sikap represif masih diperlukan kok di negeri yang sebagian warganya menganggap kebebasan adalah sebebas-bebasnya dalam segala hal..

    tapi, ah saya ga ngerti pola pikir soal ginian, yg jelas ga ngaruh jg tuh

    Di manapun negara memiliki alat pemaksa. Tapi kita kan belum sekacau dan seputus asa itu :)
    /tyo/

  24. jacobian INDONESIA Google Chrome Windows says:

    playboy.com dah di block neh,ga bisa kunjungi situs keren itu lg kan ya. huppffff….

  25. Jardeeq UNITED STATES Opera Mini says:

    Lalu apakah pembatasan ini akan berhasil? Entahlah, selalu ada jalan tikus yang masih terbuka

    Mari bertaya kepada tikus.
    /tyo/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.