Membeli Pekerjaan
UNTUK DIBAYAR HARUS MEMBAYAR DULU.
Tak ada yang gratis, kata seseorang. Semua harus dibeli, kata orang yang lainnya lagi. Harus dengan uang, tak cukup dengan keterampilan, kerja keras, reputasi, dan niat baik, kata orang selanjutnya. Apa yang dijual, apa yang dibeli? Pekerjaan. Atau calon pekerjaan. Bisa PNS, bisa sekolah dinas, bahkan Dony Alfan bilang di Twitter bahwa untuk menjadi operator SPBU pun katanya harus bayar.
Tentu itu tak berlaku untuk semua orang. Tapi bagi yang meyakininya, selalu saja membuktikan bahwa itu semua benar. Bagi yang tidak, ya selalu membuktikan bahwa yang namanya modal itu adalah kemampuan, etos kerja, kreativitas, dan kecerdasan sosial. Memang untuk menggenapi modal itu butuh biaya, antara lain belajar. Numpang baca koran di lapak itu upaya yang bisa juga dirupiahkan. :)
Semua upaya itu beda dari membeli pekerjaan. Beda dari membeli “jalan pantas” (yang berarti jalan pintas), dengan risiko korps dan lembaga hanya mendapatkan sumber daya kualitas dua bahkan tiga. Lebih buruk lagi: setiap pekerja akan mengembalikan investasinya dengan segala cara.
“Sistemnya gitu, sih,” kata yang pasrah sekaligus mendukung. Maka sebuah keluarga meyakininya karena selalu membayar. Anak pertama masuk ke kepolisian. Anak kedua masuk ke kejaksaan. Anak ketiga juga; dia sarjana tetapi menggunakan ijazah SMA-nya, dan ayahnya harus menjual mobil.
Nalar kita mengatakan ini aneh, karena umumnya pada tingkat dasar orang bekerja untuk dibayar, lalu setelah itu baru aktualisasi, kepuasan batin, dan sebagainya. Aneh, karena untuk dibayar harus membayar.
Tidak aneh, kata meyakini. Kalau dia orang Jawa maka arti “jer basuki mawa beya” (untuk mendapatkan sesuatu butuh pengorbanan) sudah didangkalkan. Yang namanya etos dalam pepatah itu sudah dikubur.
Orang lama bilang, pendidikan adalah human investment. Mereka pun sependapat. Tapi karena sama-sama investasi ya cuma beda penempatan saja. Ada yang di depan melalui tabungan panjang, ada yang segera melalui kredit yang harus terbayar setelah bekerja. Dalam kasus ini human investment jadi rendah.
Di mana akar masalahnya kita sudah tahu. Korupsi, termasuk suap, pada akhirnya meniadakan standar. Bahkan mungkin yang ada tinggal standar korupsinya. Standar rekrutmen yang terabaikan akhirnya menghasilkan sumber daya manusia yang bekerja dengan standar payah, karena semuanya menjadi kualitas dua dan tiga. Tak ada lagi proses in search of exellence.
Tapi lihatlah. Ambrukkah republik semprul, yang poster kampanye calegnya dalam pemilu menunjukkan kekonyolan? Tidak, Saudara-saudari.
Indonesia memang menyenangkan. Saya mencintainya, dengan hati dan juga keapabolehbuatan. Habis, mau tinggal di mana?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Hadiah Honda Jazz
November 16, 2006 by AntyoKALAU SAJA TAK PERLU BAYAR UNTUK MENEBUSNYA…
Hadiah berupa Honda Jazz itu sudah masuk ke Balai Lelang di Cibitung, Bekasi. Maka Pak Marjaman, si pengirim pemberitahuan, pagi tadi mempersilakan orang yang mengaku sebagai penerima surat untuk mengontak pejabat lelang yang bernama Haji Wahjudi Wardojo di 0815 8429 0098.
Pak Wahjudi bilang, lelang akan dimulai [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





banyak yg mau membayar mahal agar bisa menjadi PNS dan aparat. tanya: kenapa?
kayaknya si paman udah pasrah nih…tp kalo dipikir2 masih ada gak sih yang bisa dilakukan..? gimana paman..?
Haji Plus Umroh recently posted..UMROH EKSKLUSIF BERSAMA MAMAH DEDEH
Saya melamar pekerjaan dan diterima murni lantaran keahlian tanpa nyogok. Namun ironisnya pekerjaan saya adalah mengatur sogokan supaya perusahaan tetap legal dalam hal perijinan ☹