Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
MENGHARGAI KHAZANAH DALAM ERA DIGITAL.
»»» CARA HEMAT WAKTU: Bacalah judul, subjudul/intro, kemudian langsung ke paragraf penutup tulisan ini. :)
Judul di atas itu sebuah tanya. Anda, para penyuka musik Indonesia, yang mestinya tahu seberapa perlu, seberapa penting. Perlu berarti sebaiknya ada. Penting berarti harus ada — tidak boleh tidak, kata generasi tua.
Informasi digital
Nah, mumpung ada waktu saya tadi secara acak mencomoti beberapa CD saya lalu memasukkannya ke dalam komputer yang terhubung ke internet. Tepatnya terhubung ke Gracenote (dulu CDDB). Di sanalah musicID bersarang dan menjadi standar industri musik.
Maka agak aneh juga, untuk album baru, bikinan anak muda, ada yang tak menyertakan info pendukung yang ramah digital dalam kemasan fisik (CD).
Misalnya grup jazz Sarimanouk (F.A. Talafaral, Julian Marantika, Doni Sundjoyo, dan Sandy Winarta), dengan album Sarimanouk (LikeEarth Recording dan DeMajors, 2011). Tak ada judul lagu maupun judul album. Hanya ada judul generik oleh mesin pembaca: Track 01, Track 02, dan seterusnya.

Langkah Sarimanouk yang tumbuh dalam era digital ini tampaknya mengikuti seniornya yang mengalami dua dunia, analog dan digital. Lihat saja album Biola tak Berdawai dari Addie M.S. dan Victorian Philharmonic Orchestra (Kalyana Shira Film dan Warner Music Indonesia, 2003). Informasi dalam cover sleeve sangat lengkap, tetapi musicID hanya menampilkan Track 01, Track 02, dan seterusnya. Sayang sekali.
»» Lagu Biola tak Berdawai terlampir di situ. Info digital saya tambahkan. Mohon maaf untuk pemilik hak cipta. Catatan: Harap bedakan dari lagu yang berjudul sama dari Kangen Band.
Bandingkan dengan CD luar, misalnya Norah Jones, …Featuring Norah Jones (Bluenote, 2010), album yang direkan selama 2001-2010 itu. Tahun album, nama artis, dan nama komposer pun lengkap (begitu lengkapnya sehingga panjang sekali). Tak apa, itulah data yang komplet.

Umumnya CD Indonesia sudah memuat informasi digital. Minimal judul album (= nama CD), nama artis, judul lagu, dan kadang tahun produksi serta genre. Nama komposer? Jarang dicantumkan.
Oh ya, ada juga yang berdata rangkap. Misalnya CD jazz keluaran Yogya ini (produksi bareng Dagadu, Kuaetnika, Komunitas Jazz Jogja, Jazz Mben Senèn, Wartajazz.com, dan Ngayojazz, 2011). Ketika CD saya masukkan ke dalam komputer, maka iTunes menanya dan mempersilakan saya memilih satu dari dua judul album. Lihatlah…

Sebenarnya CD itu konsisten. Pada bagian muka sampul tertulis Jazzing Java Sesarengan. Dan pada bagian “punggung” sampul (bukan bagian belakang) tertulis Ngayogjazz 2011: Mangan Ora Mangan Ngejazz. Akibatnya info digitalnya pun ada dua versi.
Masih dari Yogya, ada contoh lain yaitu Emha Ainun Nadjib, Menyorong Rembulan (Harika Music, 20??). Mungkin karena Emha dan Kelompok Kiai Kanjeng itu sosok lintas budaya maka judul CD dan trek tak menggunakan huruf latin maupun Arab. Coba Anda lihat tangkapan layar berikut ini…

Memang album ini hasil rekaman live, meskipun begitu mestinya pemenggalan tetap perlu. Karena hal itu tak dilakukan maka trek yang terbaca oleh komputer hanya ada satu (padahal mestinya ada delapan judul). Ini mirip memutar kaset yang terhubungkan ke komputer: semua lagu dalam satu sisi dianggap satu trek.
Sabar, masih ada contoh lagi. Yaitu CD Kantata Takwa, Kantata Takwa (Airo Production dan Musica Studio’s, 1990). Info digital dalam CD ini menyebutkan judul albumnya “Kantata Takwa” dan nama artisnya “Iwan Fals Cs”.
Jika merujuk pemahaman versi publik (dan pasar), itu tak salah. Tetapi untuk kelengkapan data mestinya tak begitu. Dalam Kantata Takwa Mark I ini juga ada Sawung Jabo, Rendra, Setiawan Djody, dan Yockie Suryo Prayogo (dalam CD tertulis Yockie Soeryoprayogo). Lihat ini…

Informasi digital itu mudah digandakan, dipertukarkan, dan disebarkan. Lihat saja CD audio bajakan: infonya pun terangkut. Begitu pula ketika treknya dikonversi menjadi mp3 dan kemudian diunggah-diunduh atau disiarkan (streaming).
Jika info digital ditulis sekadarnya, karena tak ada yang mengontrol, maka jejak khazanah menjadi kurang lengkap. Lantas kelak para penikmat lagu akan berdebat tentang tahun produksi, judul asli, komposer, dan seterusnya.
Maka lihatlah informasi digital dalam CD progrock Ballerina, Dance of Balet (Indonesian Progressive Society/IPS Records dan Sony BMG Music Entertainment Indonesia, 20??). Soal “balet”, bukan “ballet“, tampaknya memang konsisten: ada dalam judul album dan judul lagu. Tetapi seperti halnya blog ini yang kadang salah ketik, lagu Rock n Roll Saja Lah menjadi “ock n roll saja lah” dan Antara Jiwa menjadi “Amtara Jawa“.
»» Sampel lagu dari album ini terlampir di sana. Mohon maaf kepada pemilik hak cipta.

Jika menyangkut album utuh, bukan kompilasi satu sumber semacam “The Best of Kampretikus Band” maupun kompilasi multisumber misalnya “Mendayu Hits Collection”, infonya bisa minim. Nah, justru karena itu maka info digital pada sumber asal harus benar dan lengkap agar dapat dirujuk.
Informasi analog
Aha! Informasi jenis ini lebih mengasyikkan lagi. Biasanya tertulis pada sampul CD. Banyak yang minim informasi.
Misalnya saja CD Waldjinah, Koleksi Emas Ratu Langgam Jawa Volume 1 (Cipta Suara Sempurna, tanpa tahun). Hanya ada daftar lagu dan penciptanya. Padahal telinga saya mendapatkan kesan bahwa itu berbeda dari lagu versi awal Waldjinah. Dalam versi ini lebih “ngelektrik”. Ada suara kibor dan fill in perkusi elektronik. Pada lagu Walang Kèkèk, itu sangat kentara.
Sebagai sebuah kompilasi, saya mendapati kesan ini rekaman baru, dengan musisi yang sama. Bukan dari multisumber sejumlah album lama Waldjinah. Pertanyaan saya, ini direkam kapan, dan siapa saja musisi pengiring Waldjinah? Warna campursari yang menggejala pada 90-an itu sangat terasa. Sayang saya tak punya versi Lokananta untuk memperbandingkan.
Hal serupa terjadi pada CD Titiek Puspa, The Very Best of Titiek Puspa (Gema Nada Pertiwi, 2005). Tampaknya satu paket rekaman, bukan kompilasi dari multisumber. Memang ada sih yang iringan musiknya berbeda warna — misalnya Jatuh Cinta, Bimbi, dan Dansa Yok Dansa (diiringi oleh Mus Mualim?). Siapa sebenarnya musisi pengiringnya? Kapan direkam? Dalam Wikipedia Indonesia album ini tak terendus.
Miskin info analog juga terjadi pada banyak CD yang merupakan rilis ulang dari kaset. Misalnya Iwan Fals, Orang Gila (Harpa Record, tanpa tahun). Bagian dalam cover sleeve putih polos. Seingat saya, versi kaset dari album Iwan Fals yang racikan sound-nya bagus ini memuat nama sang komposer dan penata musik Billy J. Budiarjo sebagai sound engineer.
Sebagai pembanding, pada CD Mata Dewa (Airo dan Musica Studio’s, 1989), Hijau (Prosound Records, 1992), dan Suara Hati (Prosound Records, 2002), kreditnya lengkap. Nama penata suara sampai fotografer dan perancang grafisnya pun tercantum.
Adapun beberapa rilis ulang rekaman Chrisye dan Yockie masih mengangkut info lama dari versi kaset. Misalnya Jurang Pemisah (Pramaqua, versi 1977; versi CD 2001) dan Sabda Alam (Musica Studio’s, versi kaset 1978; versi CD, 2001). Nama musisi pendukung dan panata suara tercantum. Tetapi dalam Sabda Alam desainnya sudah berbeda, fotonya sudah diganti. Pada Pantulan Cita (Musica Studios, versi kaset 1981; versi CD, 2004) kredit lama masih terangkut, termasuk orang-orang tim visual.

Saya sudah membuangi semua kaset saya sehingga tak dapat membandingkan teks pada kemasan. Kaset itu merepotkan. Perpindahan trek lebih mudah pada piringan hitam — suaranya juga lebih “tebal”. Jadi bisa saja ingatan saya salah. Maaf. :)
Meskipun begitu ada kenangan bagus saya tentang informasi dalam kaset lama Indonesia. Apa? Biarpun tak ditaja oleh produsen alat musik, sebagian musisi era “pop kreatif” (emang yang lain gak kreatip?) sering mencantumkan merek alat (misalnya Gibson, Fender, Korg, Moog, Paiste) berikut nama seri produk.
Sayangnya pada era Remaco, Dimita, Irama dan Metropolitan, pencantuman itu tak dilakukan sehingga kita tak melihat ada kredit untuk Farfisa. :D Akibatnya kita tak tahu biola apa yang dimainkan Adjie Bandi (C’Blues) dalam Ikhlas (Remaco, 1973). »» Lagunya terlampir di sini, saya unduh dari alamat yang saya lupa. Mohon maaf kepada pemilik hak cipta.
Catatan khazanah
Jadi, apa urusan informasi digital dan analog itu? Untuk memudahkan pencatatan agar kelak tersaji dokumentasi untuk publik. Katakanlah semacam “katalog album rekaman musik Indonesia”.
Buat apa? Supaya kita paham sejarah. Sebuah lagu dan album tidak tiba-tiba jatuh dari langit berbarengan dengan halilintar. Ada proses kreatif yang kolaboratif. Ada wajah zaman dalam setiap rekaman musik. Untuk film sudah ada Katalog Film Indonesia (filmindonesia.or.id). Untuk musik mestinya bisa menyusul.
Sungguh aneh jika kita gemar mengunduh dan bertukar lagu berformat digital melalui internet (apapun pasal legalnya) tetapi kita tak mau tahu apa dan bagaimana lagu itu selain, “Pokoké saya suka lagunya. Soal lainnya embuh.”
Lantas suatu hari nanti jika sumber asing lebih lengkap menyajikan informasi musik Indonesia kita cuma merenges lalu merapal mantra rendah diri, “Soalnya orang sana lebih maju sih.”
Sudah saatnya musisi dan industri musik lebih peduli. Manajemen musisi/band dan pihak label mestinya bisa lebih cermat dalam penyajian informasi digital dan analog. Jika ingin dicatat oleh sejarah buatlah data yang baik.
Terima kasih Anda sudah membaca tulisan panjang ini. :)
Nota:
Maaf tidak melayani permintaan penggandaan CD audio dan konversi ke format digital.
47 Responses to Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Jangan Menduduki Motor Orang!
September 24, 2006 by AntyoSEPEDA MOTOR TERPARKIR ADALAH BANGKU NGANGGUR.
Pesan ini hanya dipahami oleh pemilik sepeda motor. Mereka yang disasar pengumuman ini, apalagi kalau tak punya motor, seringkali tak paham di mana masalahnya. Saya menjumpai maklumat ini tadi siang (ya, hari Ahad), di sebuah lembaga.
“Lho motor kan enak buat duduk. Berdiri itu capek. Emang napa?”
[...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)






terimakasih shring pengetahuan nya ..sangat bagus menambah wawasan saya kang..salam kenal
Ikut menyimak artikelnya Gun :-)
Salam,
Salam pak Antyo, saya garis bawahi paragraf penutup ini “Manajemen musisi/band dan pihak label mestinya bisa lebih cermat dalam penyajian informasi digital dan analog.” Setuju..!
saya juga bingung
ketika memilih lagu dari CD
hanya ada tulisan track
bukan judul lagi.
mau tidak mau
harus didengar satu persatu
sampai lagu yang diinginkan
kurang friendly
IMO.
mungkin buat CDnya
dalam kondisi terburu2
karena deadline
heheh.
mendalam….
tapi terbersit pertanyaan iseng..
mas mas.. CDnya original semuakah itu??
lisda recently posted..Fotografi Bukan Hobby Orang Narcis
Complete….
Numpang info. Ada lowongan ==> http://gerobakcepu.wordpress.com/karier/
Inspiratif banget! Salut! Two thumbs up!
Betul paman, di radio-radio(an) yang saya buat bareng kawan. Kami mengandalkan musik digital. Awalnya kami menggunakan pembaca otomatis untuk menampilkan siapa penyanyi dan lagunya yang sedang diputar. Tapi setelah banyak memutar lagu indonesia. Si penampil itu gak lagi efektif, karena tulisannya kebanyakan “track01, o2, dst” :)
woww I like bananas ^^
visit my site ‘unversitas terbaik themyfo’ http://blog.umy.ac.id/themyfo
http://blog.djangkar.com ijin blogwalking mas bos…
blog.djangkar.com recently posted..Nama Masjid ini “ANGGAP SAJA SUDAH MAKAN”
tulisannya sangat bagus sekali.. dimana nih belajar nulis kaya gini heheh
terimakasih telah berbagi..
Saya jarang beli CD Audio dari produksi musik tanah air, karena harganya mahal dan anggaran terbatas, saya biasanya berhemat agar bisa membeli beberapa lagu yang saya suka saja.
Namun biasanya kalau sudah buatan luar negeri, sepertinya tidak ada masalah dengan tampilan dan informasi yang diberikan.
Bagus bos.
Moga2 para “pepunden” itu segera nganggap yg beginian (info/data lengkap) sbg hal yg penting. Apalagi di jaman begini, yg dgn sekali kerja bisa “sret” kemana2. Emang sih, ntar juga bisa disusulkan/di-edit lagi, tp itu ‘kan “mindon gaweni”.
Tp itu saja karya yg sdh jadi. Perlakuan karya yg sdh jadi (dianggap final)saja begitu.
Apalagi yg msh belum final. Yg demo2, yg pas rehearshal, pas checking sound (pas menjelang live) dll pasti lebih “berantakan” lagi. Pdhal, di sono, karya2 “yg belum final” itu juga layak rilis. Malah banyak dicari.
Sayang sekali, mmg.
Itu bedanya membeli kaset luar yang nantinya ngga perlu edit track manual, terkadang semua informasi sudah lengkap. Kalau musik dalam negeri,… udah beli… plus nambah kerjaan lagi :(
Kaget recently posted..Kalian Tampan Jikalau Antri
Mengapa seperti malas mencatat sejarah sendiri? Dimulai dari lingkup terkecil, orang kita tidak terbiasa menulis jurnal pribadi atau buku harian, apalagi untuk hal yang serumit itu..
Queen pernah menerbitkan buku (lupa judulnya) berisi kumpulan kisah seputar penulisan lagu-lagunya, karena setiap lagu punya riwayat sendiri. Kalau band dalam negeri mau bikin seperti itu (mungkin ada yang sudah), alangkah hebatnya dan menguntungkannya bagi si musikus :D
Saya malah baru tau tentang ini, paman.. ternyata audio track CD pun bisa menyimpan info semacam metatag data lagu ya. Kalau begitu, kalau memang tidak lengkap ya..
Pitra recently posted..Tulisan terakhir di 2011
Pernah aku niat namain lagu2 di laptopku satu2 paman.. Nagih.. Dan gak bisa berenti.. dan kerjaan jadi keteteran! :))
titiw recently posted..Rock N Roll River Tubing Sukabumi FTW!
sep….
Makasih banyak informasinya ya..
Kunjungi juga ya blog saya
http://bisnisninformasi.blogspot.com
Dapatkan info seputar bisnis dan motivasi bisnis
Catatan yang lumayan panjang tapi mengasyikkan dan memang hal itu perlu digalakkan, Man.
Btw, meski ter-nota, aku tetep mau minta digandakan cd2 asiknya ah :)
DV recently posted..Prei Sik Yo…* (2011)
DV: Lha tenan to… :D
Ah, betul paman. Beberapa cd memang muncul track 1, track 2 dan seterusnya. Rasanya memang jadi kurang nyaman ketika mencari lagu yang ingin kita mainkan. Selain itu jg apa memang sengaja dibuat seperti itu atau memang kurang cermat seperti kata njenengan?
sibair recently posted..Studio Bintang Surabaya salah satu studio tertua di Indonesia
Sibair: Karena kurang cermat saja. MusicID itu sangat membantu karena semua data, bahkan lirik, pun bisa masuk ke situ. Lalu setelah jadi MP3, data terangkut. Emang bisa diedit kalo iseng :)
Mantap infonya..
SOP saya kalau beli CD selalu saya bakar ke komputer dengan format FLAC atau Musepack. Saya harus menggunakan Internet untuk mencari tahu tentang tag-tag tertentu pada lagu Indonesia. Yang bikin pusing adalah kalau di Last.FM terdapat dua atau lebih variasi nama penyanyi yang sama. Padahal, kalau saya beli CD lagu asing, semua tagnya sudah terisi.
Saya setuju, lagu kita perlu juga tag digitalnya benar. Dewasa ini kalau mau eksplorasi rekomendasi lagu dari Last.FM atau sumber-sumber digital lainnya.
Jan: Itulah, ada lagu sama dengan info yang berbeda. Memang sih, kalau ngambil dari the best sering bisa begitu. Tagging yang benar dimulai dari label, kan? Tapi kalau manajemen band gak peduli, gak memasukkannya ke kontrak, ya sami mawon.
biola tak berdawai…jd ingat lagunya kangen band..
Syaiful recently posted..Bagaimana Cara Membuat Anak yang Cerdas Sejak dalam Kandungan
Syaiful: Bagusan mana yang Rey Jeffryn atau Kangen Band? :D
bagusan kangen band..(muntah2)..
Syaiful recently posted..Menyingkap Musuh dalam Selimut dalam Dua Langkah
tulisan panjang nan mencerahkan… mungkin karena kelamaan didikte, jadi kita kurang peka dengan pentingnya sejarah. peka tentang pentingnya kejadian masa kini yangakan jadi cerita dimasa depan.
ngodod: Mungkin juga. Tapi kayaknya ada hal lain. Sekian lama kita kurang mengenal karya individual. Sebagian besar karya seni adalah (dianggap) karya kolektif — bukankah Ilir-ilir pun dianggap NN? Memang kemudian ada tarian dan gendhing ciptaan perorangan, tapi itu kan menyusul.
Lengkap banget ulasannya mas… Tapi saya sedikit kurang paham.. :D Seperti inilah indonesiaku.
Agr3v0 recently posted..Sothink Logo Maker v3.2 Full Version
Agr3vo: Sebetulnya cukup baca judul dan paragraf terakhir sudah bisa ketangkep intinya kok. :) Terima kasih. :)