PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK
INFORMASI KURANG KOMPLET DAN KENANGAN SAYA.
Baru hari ini saya melihat surat tagihan dari PLN. Suatu hal yang sudah lama dilakukan oleh Telkom, operator selular, dan ISP. Bagaimana surat tagihan itu? Terinci -- lebih komplet daripada tagihan via SMS. Informatif? Tidak.
Saya yakin tidak semua konsumen listrik tahu rincian perhitungan dan rumusnya. Tidak semuanya mengikuti pemberitaan di koran. Tidak semuanya membuka situs PLN (semoga ada info ini). Tidak semua konsumen sadar bahwa mereka membiayai penerangan jalan umum -- sehingga boleh mencak-mencak kalau pemda ingkar kewajiban.
ANDA ATAU SUAMI ANDA JUGA BAWA?
Di atas sebuah Metromini yang melaju, sebuah sisir hijau pupus terloncat keluar dari saku pantalon hitam seorang pria. "Obat gantengnya jatuh, Mas!" kata si kernet. Penumpang lain menahan senyum.
Saya juga tersenyum. Tapi tiba-tiba saya hampir tertawa sendiri. Misalkan obat ganteng itu tercabut dari celana saya tentu lebih seru. Lebih menggemparkan daripada iklan bonus poin Telkomsel yang menggambarkan pria gundul mendapatkan hadiah sisir.
MUNGKIN MALAH SAMA SAJA. :D
Konon hanya orang sibuk yang bisa menghargai apa yang disebut "santai". Untuk pemalas bin pengangguran, santai bukanlah kemewahan.
Ada pula pendapat, hanya orang yang rajin bangun pagi yang akan beroleh rezeki. Mereka yang takut kepada Matahari akan jauh perolehan nafkah.
MENYAMBUT PEMILIHAN GUBERNUR...
Ketika DKI memilih gubernur baru, saya merasa berjarak karena memang tak berhak memilih. Saya orang Bekasi. Mestinya tak ada urusan dengan Jakarta.
Sekarang rakyat provinsi Jawa Barat sedang diarahkan untuk memilih gubernur. Lagi-lagi saya berjarak, tapi dalam kasus ini saya sebetulnya berhak memilih.
TERNYATA SAYA TAK SENDIRIAN. :)
Saya pikir hanya saya yang masih mengandalkan mouse karena malas dengan shortcuts, dan yang lebih utama lagi karena gagap pakai laptop. Sejak zaman trackball, pointing stick, touchpad sampai apalah pokoknya pointing device pada laptop, saya selalu gagap. Saya masih mengandalkan input device untuk desktop. Ya mouse itu.
Ternyata bukan hanya saya. Seorang programer saya amati sering pakai mouse berkabel. "Lebih enak pakai mouse," katanya. Programer lain, temannya, juga begitu.
KESAN SEKILAS SOK TAHU SETELAH MELIHAT BOCAH TIDUR DI TEPI PEREMPATAN.
Apa sih yang disebut hidup nyaman? Beda orang beda timbangan. Dan anehnya yang jadi ukuran adalah orang lain. Ketika memandang bocah ini masih tertidur pulas di tengah keramaian, tadi pagi pukul delapan kurang lima, orang yang mengidap insomnia mungkin akan iri, padahal kamarnya ber-AC dan bantalnya bersubal bulu angsa.
Tapi juga bisa jadi anak di lampu merah Bunderan Slipi, di perbatasan Jakarta Barat - Jakarta Pusat dari arah Palmerah Selatan, itu menganggap kehidupan orang lain lebih nikmat. Makan tinggal memilih, berjalan tinggal mengayun langkah tanpa kekhawatiran kena garuk polisi pamong praja.
SEBUAH CATATAN ORANG JADUL.
Baiklah, saya akui terus terang saja kendesitan saya. Buat saya aneh, dan kurang enak, kalau minum hangat pakai sedotan. Tapi yang terjadi, dari warung kaki lima sampai warung mentereng ber-AC, minuman hangat (dalam gelas, bukan cangkir), terutama teh, tetap diberi sedotan.
Bagaimana dengan teh botol dan limun dingin? Tetap enak kalau langsung tenggak. Tentu dengan catatan bibir botolnya bersih, tanpa karat dan sejenisnya.
GODAAN DAN PELUANG UNTUK NYOLONG.
Malaikat sering digambarkan cantik dan tampan (apakah mereka berkelamin?). Iblis sering dicitrakan bermuka buruk -- malah bertaring, bertanduk, berekor.
Nyatanya, teman sejati kita adalah si buruk rupa: selalu tahu dan pintar soal yang enak dan gampang. Artinya, teman baik kita itu sebetulnya keren lagi rupawan/wati.
BISA DAN GAMPANG, KALAU MAU. MASA SIH?
"Intinya, ngeblog itu apa manfaatnya?" tanya Pak Lucusatu.
Saya bilang, "Nggak ada manfaatnya. Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral..."
MENCARI CELAH KEBAHAGIAAN DALAM KEHIDUPAN... :)
Jika jalan ke A macet, padahal jalan ke C (kutub yang berseberangan, jauh pula) lancar jaya, keputusan macam apakah yang mesti kita ambil?
Kadang saya memilih ke C, yang bukan tujuan saya, semata karena tidak macet parah. Yang penting selama perjalanan saya hepi.
Maaf, shoutbox prei dulu. Harap, eh harus maklum. Terima jadi. :)